Kampung Bahasa Pare

Mengenal Kampung Inggris Pare, Kediri, dan Rahasia Cara Belajarnya

Bagaimana sebuah desa di Kediri menjadi tujuan belajar bahasa ribuan orang setiap tahun, dan apa yang bisa kita tiru dari cara belajarnya.

11 Oktober 2026 路 3 menit baca 路 Tim Titian Asa

Kalau kamu pernah mencari tempat kursus bahasa Inggris intensif, hampir pasti kamu pernah mendengar nama Kampung Inggris Pare. Kawasan di Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, ini dikenal sebagai salah satu pusat belajar bahasa Inggris terbesar di Indonesia. Setiap tahun, pelajar dan mahasiswa dari berbagai daerah datang untuk belajar selama beberapa minggu sampai beberapa bulan.

Asal-usulnya

Kampung Inggris berkembang terutama di Desa Tulungrejo dan Desa Pelem. Cerita awalnya sering dikaitkan dengan Basic English Course (BEC) yang didirikan oleh Muhammad Kalend Osen pada akhir 1970-an. Dari satu lembaga kursus itu, lama-kelamaan bermunculan ratusan lembaga lain dengan beragam program, mulai dari tata bahasa, berbicara, pengucapan, sampai persiapan TOEFL dan IELTS.

Kini, selain bahasa Inggris, di kawasan itu juga ada kursus bahasa lain, seperti bahasa Arab, Mandarin, Jepang, dan Korea.

Kenapa cara belajarnya efektif?

Kampung Inggris tidak memakai metode rahasia. Yang membuatnya berhasil adalah lingkungan yang mendukung kebiasaan berbahasa. Beberapa ciri khasnya:

1. Belajar intensif setiap hari

Siswa biasanya mengikuti beberapa kelas dalam sehari, dari pagi sampai malam. Materi diulang dan dipakai terus, sehingga tidak sempat terlupa.

2. Lingkungan berbahasa Inggris

Banyak asrama atau camp menerapkan English area, yaitu aturan untuk memakai bahasa Inggris di lingkungan tertentu, termasuk saat mengobrol dengan teman. Pelanggar biasanya diberi sanksi ringan yang lucu, misalnya membayar denda kecil atau menghafal kosakata tambahan. Aturan ini memaksa siswa memakai bahasa yang dipelajari setiap hari.

3. Praktik dalam kehidupan sehari-hari

Siswa terbiasa memakai bahasa Inggris untuk hal-hal sederhana: memesan makanan, bertanya arah, atau membicarakan rencana akhir pekan. Bahasa tidak hanya dipelajari di kelas, tetapi dipakai dalam kehidupan.

4. Teman belajar dengan tujuan yang sama

Semua orang di sana sedang belajar, sehingga tidak ada yang malu salah. Suasana saling membantu ini membuat siswa berani berbicara walaupun belum lancar.

5. Program bertahap

Kebanyakan lembaga membagi kelas berdasarkan level, dari dasar sampai lanjut. Siswa naik ke kelas berikutnya setelah menguasai level sebelumnya.

Apa yang bisa kita tiru di rumah?

Tidak semua orang bisa berangkat ke Pare selama berminggu-minggu. Kabar baiknya, prinsipnya bisa ditiru:

  • Buat "English area" sendiri. Sepakati dengan teman atau keluarga untuk memakai bahasa Inggris pada waktu tertentu, misalnya saat makan malam setiap Sabtu.
  • Belajar sedikit setiap hari. Intensitas bisa diganti dengan konsistensi.
  • Pakai bahasa dalam kegiatan nyata, misalnya menulis catatan harian atau daftar belanja dalam bahasa Inggris.
  • Cari teman belajar. Belajar bersama membuat kamu lebih berani dan lebih konsisten.
  • Naik level secara bertahap, jangan langsung loncat ke materi yang terlalu sulit.

Tips bila ingin berangkat ke Pare

  • Tentukan tujuanmu dulu, misalnya meningkatkan kemampuan berbicara atau persiapan tes, lalu pilih program yang sesuai.
  • Cari informasi lembaga dari sumber resmi dan ulasan alumni.
  • Siapkan waktu yang cukup. Program singkat bermanfaat untuk memulai kebiasaan, tetapi kemampuan berbahasa tetap butuh latihan berkelanjutan setelah pulang.
  • Sewa sepeda, karena itu cara paling umum berkeliling antar-lembaga kursus.

Kampung Bahasa Pare versi digital

Terinspirasi dari suasana itu, Titian Asa membuat Kampung Bahasa Pare: kampung virtual tempat kamu belajar lima bahasa (Inggris, Mandarin, Arab, Jepang, dan Korea) dari mana saja. Ada kelas bertahap, misi bersama warga, aturan bahasa saat mengobrol dengan teman belajar, bahkan sepeda untuk berkeliling kampung. Panduannya ada di artikel cara belajar di Kampung Bahasa Pare.

Ringkasan

Kampung Inggris Pare berhasil bukan karena trik, melainkan karena lingkungan yang membuat orang memakai bahasa setiap hari, belajar bertahap, dan tidak takut salah. Prinsip yang sama bisa kamu terapkan di mana pun.

Baca juga

Semua artikel