Persiapan Ujian

Latihan Penalaran Umum: Cara Menjawab Soal Silogisme dengan Benar

Soal silogisme sering muncul di subtes Penalaran Umum UTBK. Pelajari pola dasarnya, jebakan yang sering muncul, dan contoh soal beserta pembahasannya.

11 Oktober 2026 · 3 menit baca · Tim Titian Asa

Salah satu tipe soal yang hampir selalu muncul di subtes Penalaran Umum UTBK adalah penarikan kesimpulan dari beberapa pernyataan, yang sering disebut silogisme. Soalnya terlihat sederhana, tetapi banyak peserta terjebak karena memakai "akal sehat" alih-alih aturan logika. Artikel ini membahas pola dasarnya dan cara menghindari jebakan.

Prinsip utama: percaya pada premis, bukan pada pengalamanmu

Dalam soal penalaran, pernyataan yang diberikan (premis) dianggap benar, walaupun terdengar aneh di dunia nyata. Tugasmu hanya menentukan kesimpulan yang pasti benar berdasarkan premis itu. Kesimpulan yang "mungkin benar" atau "masuk akal" belum tentu jawaban yang tepat.

Pola 1: Semua A adalah B, semua B adalah C

  • Premis 1: Semua A adalah B.
  • Premis 2: Semua B adalah C.
  • Kesimpulan: Semua A adalah C.

Contoh: Semua siswa kelas 12 mengikuti tryout. Semua peserta tryout mendapat modul. Kesimpulan: semua siswa kelas 12 mendapat modul.

Pola 2: Semua A adalah B, sebagian C adalah A

  • Premis 1: Semua A adalah B.
  • Premis 2: Sebagian C adalah A.
  • Kesimpulan: Sebagian C adalah B.

Contoh: Semua anggota klub A menyukai catur. Sebagian atlet basket adalah anggota klub A. Kesimpulan: sebagian atlet basket menyukai catur.

Pola 3: Jika p maka q (modus ponens)

  • Premis 1: Jika hari hujan, maka jalan basah.
  • Premis 2: Hari hujan.
  • Kesimpulan: Jalan basah.

Pola 4: Jika p maka q, tidak q (modus tollens)

  • Premis 1: Jika hari hujan, maka jalan basah.
  • Premis 2: Jalan tidak basah.
  • Kesimpulan: Hari tidak hujan.

Pola 5: Jika p maka q, jika q maka r (silogisme)

  • Premis 1: Jika rajin berlatih, maka nilai naik.
  • Premis 2: Jika nilai naik, maka peluang lolos besar.
  • Kesimpulan: Jika rajin berlatih, maka peluang lolos besar.

Jebakan yang paling sering muncul

Jebakan 1: Membalik pernyataan "semua"

"Semua kucing adalah hewan" tidak berarti "semua hewan adalah kucing". Pernyataan "semua A adalah B" hanya bisa dibalik menjadi "sebagian B adalah A".

Jebakan 2: Membalik "jika maka"

"Jika hari hujan, maka jalan basah" tidak berarti "jika jalan basah, maka hari hujan". Jalan bisa basah karena disiram. Kesalahan ini disebut menegaskan konsekuen.

Jebakan 3: Menyangkal syarat

"Jika hari hujan, maka jalan basah" dan "hari tidak hujan" tidak bisa disimpulkan "jalan tidak basah". Lagi-lagi, jalan bisa basah karena hal lain. Kesalahan ini disebut menyangkal anteseden.

Jebakan 4: Dua premis "sebagian"

Dari "sebagian A adalah B" dan "sebagian B adalah C", tidak ada kesimpulan yang pasti tentang hubungan A dan C. Bila semua pilihan jawaban terasa tidak pasti, pilihan "tidak dapat disimpulkan" bisa jadi jawaban yang benar.

Contoh soal

Soal. Semua anggota klub A menyukai catur. Beberapa anggota klub A juga merupakan atlet basket. Kesimpulan yang paling tepat adalah ...

  1. Beberapa atlet basket menyukai catur.
  2. Semua atlet basket adalah anggota klub A.
  3. Tidak ada anggota klub A yang menyukai keduanya.
  4. Semua penyuka catur adalah anggota klub A.

Pembahasan. Ada anggota klub A yang juga atlet basket. Karena semua anggota klub A menyukai catur, atlet basket yang menjadi anggota klub A pasti menyukai catur. Jadi beberapa atlet basket menyukai catur (pilihan 1). Pilihan 2 salah karena kita hanya tahu sebagian atlet basket adalah anggota klub A. Pilihan 3 bertentangan dengan premis. Pilihan 4 adalah jebakan membalik pernyataan "semua".

Teknik menggambar diagram

Untuk soal "semua" dan "sebagian", gambarlah lingkaran (diagram Venn). "Semua A adalah B" digambar sebagai lingkaran A di dalam lingkaran B. "Sebagian C adalah A" digambar sebagai lingkaran C yang beririsan dengan A. Dari gambar, kesimpulan yang pasti benar akan terlihat jelas.

Tips mengerjakan di ujian

  • Baca setiap kata kunci: semua, sebagian, tidak ada, jika, maka, hanya jika.
  • Tulis premis dalam bentuk singkat, misalnya "A ⊂ B" atau "p → q".
  • Cek setiap pilihan jawaban dengan pertanyaan: apakah ini pasti benar menurut premis?
  • Jangan memakai pengetahuan di luar soal.

Ringkasan

Soal silogisme bisa dikuasai dengan mengenali beberapa pola dasar dan jebakan klasiknya. Percayai premis, cari kesimpulan yang pasti benar, dan gambar diagram bila perlu. Latih beberapa soal setiap hari sampai polanya terasa otomatis. Persiapan UTBK lengkap dengan tryout di Titian Asa sedang kami siapkan. Baca juga Mengenal UTBK-SNBT.

Baca juga

Semua artikel